LAPORAN NERACA

05.17 |


Neraca adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aktiva, kewajiban, dan modal yang dihubungkan dengan persamaan berikut:

aktiva = kewajiban + modal

Informasi yang dapat dilihat dari neraca antara lain adalah posisi sumber kekayaan perusahaan dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan perusahaan tersebut dalam suatu periode akuntansi (triwulan, kwartal, atau tahunan).

Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan

Sesuai dengan PSAK No.1 yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia disebutkan didalam neraca :

* Perusahaan menyajikan aktiva lancar terpisah dari aktiva tidak lancar dan kewajiban jangka pendek terpisah dari kewajiban jangka panjang kecuali untuk industri tertentu diatur dalam SAK khusus. Aktiva lancar disajikan menurut ukuran likuiditas sedangkan kewajiban disajikan menurut urutan jatuh tempo.

* Perusahaan harus mengungkapkan informasi jumlah setiap aktiva yang akan diterima dan kewajiban yang dibayarkan sebelum dan sesudah dua belas bulan dari tanggal neraca.

* Apabila perusahaan menyediakan barang atau jasa dalam siklus operasi perusahaan yang dapat diidentifikasi dengan jelas, maka klasifikasi aktiva lancar dan tidak lancar serta kewajiban jangka pendek dan jangka panjang dalam neraca memberikan informasi yang bermanfaat dengan membedakan aktiva bersih sebagai modal kerja dengan aktiva yang digunakan untuk operasi jangka panjang.



Contoh neraca


Contoh Analisa Neraca

Laporan keuangan teridiri atas laporan neraca, perubahan modal, dan laporan laba/rugi. Masing – masing laporan terdiri atas akun – akun. Dalam pelaporan keuangan harta, utang dann modal dimasukkan dalam neraca dan disebut akun riil, sedangkan pendapatan dan beban dimasukkan dalam laporan laba/rugi dan disebut akun nominal.berrikut adalah penjelasan masing – masing akun.
1.      Akun dalam neraca
            a. Harta ( aktiva )
Harta atau aktiva adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan akan diperoleh. Jadi, harta merupakan semua kekayaan perusahaan yang merupakan sumber – sumber ekonomis perusahaan yang berupa benda maupun bukan benda ( tidak berwujud ). Untuk memudahkan membaca laporan, harta digolongkan dengan urutan berdasarkan likuiditasnya ( mudah dan cepatnya harta dicairkan menjadi uang ).

1.            Harta lancar adalah harta yang berupa uang tunai dan harta laian yang dapat segera dicairkan menjadi uang dalam waktu kurang dari satu tahun. harta lancer terdiri atas :
a.       Kas
Alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
b.      Surat-surat berharga( efek )
Jenis – jenis surat yang mudah untuk diuangkan dengan cara dijual di bank atau bursa dengan tujuan untuk mengoptimalkan jumlah uang kas perusahaan.
c.       Piutang
Tagihan kepada pihak lain yang mempunyai utang kepada perusahaan.
d.      Persediaan
Barang – barang yang dibeli perusahaan dengan tujuan untuk dijual kembali.
e.       Beban dibayar di muka
Pembayaran di muka (persekot) atas peembelian barang atau penyerahan jasa yang akan digunakan untuk aktivitas perusahaan yang akan datang.
2.            Investasi Jangka Panjang
Seperti surat berharga dalam harta lancar tetapi sifat investasinya dilakukan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun.
3.            Harta Tetap
Harta berujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu yang diginakan dalam operasi perusahaan.
4.            Harta Tidak Berwujud
Hak – hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan.




b.      Kewajiban ( Utang )
Merupakan utang perusahaan yang timbul dari peristiwa masa lalu. Penyelesaiannya diharapkan mengakibatakan arus keluar dari sumber perusahaan yang mengandung menfaat ekonomi. Kewajiban digolongkan urut-urutan berdasarkan jangka waaktu peluasan antara lain :
1). Kewajiban jangka pendek adalah kewajiban yang diharapkan akan dilunasi dalam waktusatu tahun atau siklus operasi normal perusahaan tergantung mana yang lebih lama, meliputi :
a. utang usaha dagang
b. utang wesel
c. beban masih harus dibayar
d. uang muka penjualan
2) kewajiban jangka panjang adalah kewajiban yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu lebih dari satu tahun atau satu siklus operasi normal perusahaan sejak tanggal pembuatan neraca. Jenis kewajiban jangka panjang :
a. utang hipotek
b. utang obligasi
c. kredit investasi
3) kewajiban lain-lain adalah utang yang tidak dapat secara layak diklasifikasikan sebagai kewajibn alancar maupun kewajiban jangka panjang, misalnya utang kepada pemilik saham

c.                   Modal
Menggambarkan hak yang dimiliki oleh pemilik atas kekayaan perusahaan yaitu sebesar selisih antara total aktiva dengan kewajiban perusahaan.













D.     Laporan Neraca
         Neraca ( Balance Sheet ) adalah laporan keuangan yang disusun secara sistematik yang menunjukkan posisi aktiva, utang, modal suatu institusi/perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Cara menyusun laporan sebagai berikut.
1.      Pertama, menuliskan nama perusahaan, jenis laporan dan periode penyusunan.
2.      Kedua, mengurutkan akun aktiva, utang dan modal.              
        
         Bentuk penyusunan laporan neraca ada dua yaitu bentuk stafel dan bentuk skontro. Bentuk stafel yaitu bentuk yang dibuat secara vertikal, sedangkan bentuk skontro bentuk yang ditulis menyebelah, sisi kiri adalah aktiva, dan sisi kanan adalah utang dan modal.

Contoh : format laporan keuangan bentuk skontro.

LAPORAN NERACA
Adalah laporan mengenai aktiva, kewajiban dan ekuitas perusahaan pada suatu saat tertentu.
Unsur-unsur Neraca disusun sebagai berikut :
Aktiva

adalah sumber daya dalam bentuk harta benda atau hak yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diperoleh perusahaan.
a. Aktiva Lancar (current assets)
Meliputi kas dan sumber-sumber daya lain yang dapat diharapkan menjadi kas atau dipakai habis dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun atau dalam siklus kegiatan normal perusahaan.

Yang termasuk Aktiva Lancar antara lain :
  1. Uang tunai, rekening giro bank dan aktiva lain yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah dalam rangka membiayai kegiatan usaha perusahaan.
  2. Surat-surat berharga yang segera dapat dijual (markertable securities), merupakan investasi perusahaan dalam jangka pendek, misalnya dalam bentuk saham atau obligasi perusahaan lain.
  3. Deposito jangka pendek (jatuh tempo tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca).
  4. Wesel Tagih jangka pendek (Note Receivable) artinya wesel tagih yang jatuh tempo dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca.
  5. Piutang Usaha atau Piutang Dagang (Account Receivable) tagihan perusahaan kepada pihak lain (debitor) yang timbul karena penjualan barang/jasa dengan pembayaran kredit.
  6. Piutang lain-lain jangka pendek, misal piutang pada direksi, karyawan dan sebagainya.
  7. Persediaan (Inventory) yaitu sediaan barang yang dimiliki perusahaan pada saat penyusunan neraca
  8. Beban dibayar di muka (Prepaid Expense) adalah pengeluaran-pengeluaran yang belum dapat diakui sebagai beban, karena manfaatnya belum digunakan.
  9. Pendapatan yang masih harus diterima (accruals receivable) adalah pendapatan yang harus sudah diakui tetapi belum diterima pembayarannya. Misalnya piutang bunga, piutang sewa.
b. Aktiva tidak lancar
Adalah aktiva yang mempunyai masa kegunaan lebih dari satu tahun.
Yang termasuk aktiva tidak lancar antara lain :
1). Investasi Jangka Panjang (Investment)
Adalah bentuk perpenyertaan jangka panjang di luar kegiatan usaha pokok perusahaan
  • Penyertaan dalam bentuk pemilikan saham untuk menguasai perusahaan lain.
  • Penyertaan dalam bentuk pemilikan obligasi dengan tujuan memperoleh keuntungan secara rutin dalam jangka panjang.
  • Dana untuk tujuan khusus, misalnya dana untuk pelunasan utang jangka panjang.
  • Dalam bentuk tanah yang dibeli untuk pengembangan perusahaan di masa datang
2). Aktiva Tetap
Adalah aktiva berujud (tangible) yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dibangun lebih dahulu dan digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan. Artinya dalam keadaan aktivitas usaha normal tidak dimaksudkan untuk dijual kembali. Aktiva tetap meliputi aktiva tetap yang tidak disusutkan (non depreciable) dan aktiva tetap yang disusutkan (depreciable).

Termasuk aktiva tetap berujud:
  • Tanah (land) sebagai tempat menjalankan usaha, atau diatasnya didirikan bangunan perusahaan (aktiva tetap tidak disusutkan)
  • Gedung atau bangunan (building) seperti gedung pabrik, gedung toko dan gedung kantor.
  • Mesin-mesin untuk menjalankan proses produksi
  • Kendaraan untuk pengangkutan misalnya sepeda motor, truk
  • Peralatan kantor (office equipment) semua peralatan yang ada di kantor dan digunakan dalam kegiatan usaha perusahaan.
Aktiva tetap butir (b) s d. (e) termasuk aktiva tetap berujud yang disusutkan.
3). Aktiva tidak berujud (intangable assets) lebih merupakan hak istimewa yang dimiliki dan memberikan manfaat ekonomi kepada perusahaan. Termasuk aktiva tidak berujud antara lain hak patent, hak cipta, franchise, merk dagang dan goodwill.
4). Aktiva lain-lain
Merupakan pos untuk menampung aktiva yang tidak memenuhi syarat untuk diperlakukan sebagai aktiva lancar, aktiva jangka panjang, aktiva tetap dan aktiva tidak berujud.
Yang termasuk kategori ini:
  • Aktiva tetap yang telah habis masa penggunaannya
  • Gedung dalam proses penyelesaian
  • Piutang kepada pemegang saham
  • Biaya yang ditangguhkan pembebanannya seperti biaya survey sebelum perusahaan menjalankan operasi dan biaya emisi saham.
Kewajiban

Kewajiban adalah utang kepada perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu dan harus diselesaikan di masa datang dengan menyerahkan aktiva atau jasa (sumber daya perusahaan). Kewajiban dalam neraca diklasifikasikan sebagai berikut
a. Kewajiban lancar
Meliputi utang-utang yang harus dilunasi dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca.
Termasuk golongan kewajiban lancar :
  1. Utang usaha atau utang dagang (account payable) yaitu utang yang timbul sebagai akibat pembelian barang atau penerimaan jasa dalam rangka kegiatan usaha pokok perusahaan.
  2. Utang wesel atau wesel bayar (note payable) jangka pendek
  3. Utang beban seperti utang bunga, utang gaji dan utang sewa
  4. Utang pajak (pajak yang masih harus dibayar)
  5. Utang muka penjualan, uang yang diterima dari pembeli untuk penjualan yang belum direalisir
  6. Utang yang timbul karena pembelian aktiva tetap, pinjaman dari bank dan utang lainnya yang harus dilunasi dalam waktu tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca
  7. Bagian dari utang jangka panjang (angsuran) yang jatuh tempo dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca.
b. Kewajiban jangka panjang
Adalah utang yang jatuh tempo pembayarannya setelah lewat waktu lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca.
Termasuk Kewajiban jangka panjang:
  1. Pinjaman Obligasi yaitu utang yang timbul melalui penjualan obligasi
  2. Utang Hipotik yaitu utang yang dijamin dengan barang (harta) tidak bergerak.
c. Kewajiban lain-lain
Merupakan pos tempat menampung utang yang tidak memenuhi syarat untuk diperlakukan sebagai utang lancar dan utang jangka panjang.
Termasuk utang lain-lain
  1. Utang kepada direksi
  2. Utang kepada perusahaan lain
  3. Uang jaminan jangka panjang yang diterima dari pelanggan
  4. Pendapatan yang ditangguhkan, misal pendapatan sewa jangka panjang diterima di muka.
Modal

Dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) modal atau ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Dengan demikian jumlah Modal = Harta + Kewajiban (Utang)
Dalam perusahaan berbentuk perseroan modal diklasifikasikan menjadi :

a. Modal yang disetor para pemegang saham, bisa terdiri dari:
1). Modal saham preferen atau saham prioritas
2). Modal saham biasa

b. Tambahan modal disetor, bisa terdiri dari
1). Agio, selisih antara harga jual dan harga nominal saham
2). Disagio, selisih kurang antara harga jual dan harga nominal saham
3). Modal dari sumbangan
4). Tambahan lainnya
c. Selisih penilaian kembali aktiva tetap
d. Saldo laba yang dirinci sebagai berikut :
1). Cadangan Tujuan
2). Cadangan Umum
3). Saldo laba yang belum dicadangkan
BENTUK NERACA
Neraca dapat disusun dalam dua bentuk yaitu bentuk skontro (account form) dan bentuk vertikal (report form)
Bentuk Skontro
Dalam bentuk skontro semua aktiva perusahaan disusun di sisi kiri (debet), kewajiban dan modal (ekuitas) di sisi kanan (kredit).
Contoh neraca bentuk skontro:
Bentuk Vertikal

0 komentar:

Poskan Komentar

Lorem Ipsum

Lorem

Pages

Blogger Tricks

Blogger Themes